Prakerin = PKL => Medan Tempur

.

hehehe ... Maaf baru Update lagi ,,,

Gak papalah LEBAY dikit, Memang benar yha Dunia kerja atau Dunia Industri itu beda dengan Dunia Sekolah. Di Sekolah tuh, bisa main, bercanda dengan teman trus nyempetin PACARAN ...
Nah ,,, Sedangkan di Dunia Industri tuh Gak ada yang namanya Main, Bercanda, Bahkan Berleha-leha ,,,

Semua yang gw tulis diatas tuh bener tanpa sedikitpun rekayasa alias karangan, Sebenerna baru 3 hari Gw Prakerin ( Pratek Kerja Industri ) alias PKL. Kalau maw bukti? ini buktinya, artikel ini gw tulis di tempat Gw prakerin pada jam istrahat tepatnya jam 12. Wdah cukup kan buktinya ? hehehe ...

Lebih lengkapnya, Gw ngambil jurusan Teknik Komputer & Jaringan di SMK Negeri 2 Bandung, Nah sekarang Gw sedang prakerin di salah satu Instansi Negeri di Bandung. Dan disaat Gw Prakerin langsung mendapatkan job alias praktek kerja yang sesuai dengan jurusan Gw yaitu mensetting ulang jaringan mulai dari kabeling hingga konfigurasi server ,,, Mudah2an semua itu dapat Gw jalani dengan baik selama 3 Bulan ,,, Amin ,,,

Memang di Dunia kerja itu amat melelahkan tapi Gw sadar terlalu banyak waktu yang Gw buang pada saat belajar di Sekolah, Mulai dari hal yang sepele hingga hal yang besar. C/: Melempar-lempar kertas hingga Mabal alias kabur dari Sekolah, hehehe ,,, Gw amat menyesali itu semua karen terbukti sekarang berkendala besar di saat saya melakukan Prakerin. Seandainya semua materi pelajaran Gw dapat tentu pengalaman alias bekal yang Gw bawa ke Industri akan lebih dari Cukup dan semuanya akan berjalan lancar ketika Gw prakerin ...

Secara tidak langsung Saya sebagai penulis berharap banyak agar pembaca atau tepatnya teman-teman seilmu yang belum menemui hal yang sama seperti saya dapat memahami kondisi yang saya alami sehingga menjadi sebuah Motivasi untuk belajar ...

Semoga Bermanfaat ...

Thank's for Read this Post ...
Baca Selengkapnya - Prakerin = PKL => Medan Tempur

Hari Tanpa TV ...

.

Gw dikirim sebuah artikel oleh oleh seorang tmen Gw ,,,
Gw setuju banget dengan isi artikelnya, karen menurut Gw pas banget dengan kehidupan Gw, Gw sangat benci sama acara Tv pada zaman sekarang, hehhe ...
Dulu waktu Gw masih kelas 1 sampai 6 SD, Gw tinggal di Medan di rumah Nenek, nah ,,, di rumah nenek Gw wdah ada Tv, dulu acara yang Gw suka banget adalah acara TV dari MTV Non Stop Hits atau untuk lebih paham anda dapat mengunjungi dari site Mtv disini ... Gw bangun sering jam 5 pagi karena untuk dengerin musik-musik terbaru yang ada di Dunia ,,, Makanya hingga sekarang Gw masih koleksi lagu2 yang Gw suka n paling Gw dambakan tuk ketemu dengan personilnya. Cntoh : Coldplay, Creed, Greenday, Simple Plan, Guns n Roses, n lain2.
Singkat Cerita ...
Dulu Mtv Non stop Hits, maksudnya Mtv tidak berhenti selama 24 jam untuk menanyangkan musik2 terbaru yang beredar di dunia ,,,
Nah, di Zaman sekarang, jujur selain Berita dan informasi musik yang ada di Tv, Semuanya Gw benci ... sebab kalau pribadi Gw bilang acara Tv zaman sekarang pada LETOY, JABLAY, atau apalah yang gak bermanfaat untuk generasi sekarang, kalau sekedar bercinta-cintaan mah, Gw juga jago, hehehe ...
Jujur, dalam waktu sehari, Gw jarang berada di depan Tv, Mendingan Gw nongkrong di depan Koputer Gw ,,,
n dengerin Musik ...

Nah ,,, Artikel dari tmen Gw nech Gw dukung banget ,,,
nch artikelnya ikutGw Posting ...

HARI TANPA TV - Minggu 26 Juli

HARI TANPA TV, artinya sehari tidak menonton TV.
Bukan anti TV tapi merupakan wujud sikap kritis kita terhadap isi tayangan TV yang tidak bermutu, membodohi, dan tayangan yang tidak aman/sehat untuk anak. Fokusnya pada perlindungan dan kepentingan terbaik anak.

HARI TANPA TV adalah gerakan nasional yang mengajak keluarga-keluarga di Indonesia tidak mengkonsumsi siaran televisi selama sehari penuh agar mereka dapat merasakan bahwa hidup bisa lebih bernilai ketika lebih banyak kegiatan lain dapat dilakukan secara bersama ketimbang menonton televisi. Pengalaman seperti ini sangat penting dimiliki oleh semua anggota keluarga untuk meyakinkan bahwa hidup tetap menyenangkan tanpa harus tergantung pada TV.

Hari TANPA TV mengajak kita semua untuk mengurangi menonton TV dan memanfaatkan waktu untuk kehidupan yang lebih berkualitas.

"Turn off TV, Turn on Live"

______________________


Ketergantungan pada TV menjadi bermasalah karena:

1. Belum terbentuk kebiasaan menonton TV yang kritis
2. Kebanyakan acara TV tidak aman/sehat untuk anak
3. Banyak orangtua belum paham dampak negatif TV
4. Peraturan penyiaran kurang melindungi pemirsa anak.

DICARI: MITRA SOSIALISASI HARI TANPA TV

Hari Tanpa TV (HTT) pertama kali diadakan sejak tahun 2006 di Jakarta. Peringatan ini terkait dengan perayaan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli. Tahun ini, HTT diperingati secara nasional pada hari Minggu 26 Juli 2009.

Koalisi Nasional HARI TANPA TV mengajak sekolah, LSM, perguruan tinggi, lembaga keagamaan, kelompok masyarakat, individu, dan siapa saja untuk bersama-sama menyelenggarakan HARI TANPA TV 2009 / sosialisasi HTT di wilayahnya masing-masing. Mitra penyelenggara HTT terbuka bagi siapa pun.

Caranya, mitra harus membuat rencana kerja pelaksanaan HTT yang akan dilaksanakan dengan menyesuaikan jadwal rencana kegiatan HTT secara nasional, yaitu:
1. Jumat 3 Juli: Kepastian dukungan dan logo mitra sudah diterima oleh panitia
2. Jumat 10 Juli : Materi kampanye HTT diproduksi dan mulai didistribusikan ke mitra
3. Rabu 22 Juli : Konperensi Pers HTT 2009 di Jakarta
4. Jumat 24 Juli : Aksi Damai Bunderan HI pk 08.00 dan berbagai kota di Indonesia
5. Minggu 26 Juli : Pelaksanaan HARI TANPA TV, kegiatan alternatif untuk anak.

Materi sosialisasi HTT tersedia dalam jumlah cukup. Bila anda berminat, hubungi Yayasan Pengembangan Media Anak di 021-86905680 / kritismedia@gmail.com.


DUKUNGAN UNTUK HARI TANPA TV:

Arief_rahman.jpg


Baca selengkapnya di Panduan Kidia 20/2009
----------------------------------


Nah, Mungkin itulah sedikit pengalaman Gw mengingat acara Tv yang kian zaman kian hancur dan tidak berkualitas untuk generasi penerus ...



Written By : Bad Wolves
E-mail : hartomalau@gmail.com
site : www.malausay.co.cc

Dukungan Artikel :
E-mail :
Website :
Office :
YPMA-Kidia
Location :
Jl. Taman Malaka Utara Blok C2, Malaka Jaya, Jakarta Timur

Baca Selengkapnya - Hari Tanpa TV ...

SMK NEGERI 2 BANDUNG

.

Sedikit tentang profil SMK NEGERI 2 KOTA BANDUNG beserta kerjasama yang telah dijalin dan hasil pendidikan yang telah dapat dilihat dan dirasakan oleh Masyarakat luas.
Dan untuk selengkapnya anda bisa melihat langsung pada video yang telah kami buat dan siapkan.



Mungkin sekian yang dapat saya posting pada artikel ini, mungkin untuk informasi atau ingin mengetahui lebih tentang SMK NEGERI 2 BANDUNG, dapat mengunjungi www.smkn2bdg.com atau dapat langsung berkunjung ke Kampus tercinta kami yaitu Kampus SMK NEGERI 2 BANDUNG yang terletak di Jln. Ciliwung No. 4 Bandung

sekian dan Terimakasih, Mohon Maaf Apabila ada kesalahan pengucapan atau pengetikan kata yang kurang baik atau kurang berkenan di Hati.

By : Harto Malau
Baca Selengkapnya - SMK NEGERI 2 BANDUNG

Lab Jaringan

.

DESIGN LAB KOMPUTER & JARINGAN INTERNET


Baca Selengkapnya - Lab Jaringan

Pemimpin Masyarakat

.




PEMIMPIN YANG BAIK BAGI MASYARAKAT

Pemimpin yang baik bagi masyarakat adalah seorang yang dapat memahami penderitaan rakyat dan dapat memahami keluhan-keluhan rakyat.

Seorang pemimpin yang baik hendaknya tidak mementingakan kepentingan pribadi melainkan mementingkan kepentingan umum atau kepentingan masyarakat luas.


~ . Pendahuluan


Sejak tahun 1997 bangsa Indonesia mengalami berbagai krisis, dimulai dengan krisis moneter yang diikuti krisis ekonomi, krisis politik, krisis sosial budaya, dan krisis moral. Bahkan akhir-akhir ini berkembang kemungkinan terjadinya krisis konstitusi sebagai akibat berlangsungnya perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Situasi yang menggambarkan krisis multi demensional ini berdampak berkembangnya krisis kepercayaan, kepercayaan pada diri sendiri dan kepercayaan terhadap para pemimpin bangsanya. Rakyat telah meragukan terhadap iktikad baik para pemimpin mereka. Rakyat mulai dihinggapi oleh kebingungan dalam memilih pemimpin nasionalnya. Kehilangan kepercayaan ini disebabkan ulah para penyelenggara negara dan pemerintahan yang tidak memikirkan lagi kepentingan rakyat. Yang difikirkan semata-mata kepentingan pribadi dan kepentingan golongan.

Suatu pertemuan yang diselenggarakan pada tanggal 29 Agusutus 2002 oleh suatu organisasi non pemerintah yang menamakan diri Gerakan Jalan Lurus, dengan mengambil thema “Memadukan Langkah Membangun Indonesia Masa Depan,” berkesimpulan bahwa untuk dapat menyelesaikan krisis yang multi demensional ini diperlukan seorang pemimpin nasional yang kuat, seorang national spiritual leader yang kuat, beragama kokoh, kharismatis, yang memiliki sifat sepi ing pamrih rame ing gawe, kalis dari tindak dan perbuatan tercela, mampu merangkum seluruh potensi bangsa, sehingga mampu menggoyang akar rumput.

Nampaknya pemimpin nasional masa depan telah menjadi kepedulian berbagai pihak. Oleh karena itu berikut disampaikan suatu gagasan mengenai upaya menemukan pemimpin nasional masa depan yang mampu membawa rakyat Indonesia mencapai kesejahteraan dan keadilan dalam suasana demokratis serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.


~ . Pemimpin Yang Baik Bagi Masyarakat


Seorang pemimpin adalah seorang yang mampu mempengaruhi pihak lain dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Dengan demikian seorang pemimpin nasional adalah seseorang yang mampu mempengaruhi rakyat sehingga dapat digerakkan dan diarahkan untuk mencapai tujuan nasional. Dalam menerapkan pengaruh ini seorang pemimpin memerlukan suatu kekuasaan yang berakibat timbulnya kepatuhan atau ketaatan pada yang dipimpin dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada padanya. Potensi tersebut dapat berupa kekuatan fisik, kemampuan dalam bidang materi, kemampuan dalam olah fikir atau ketiga-tiganya. Dengan memanfaatkan potensi-potensi tersebut diharapkan seorang pemimpin akan memiliki wibawa yang berakibat timbulnya kesadaran dan keyakinan pada yang dipimpin bahwa ketaatan dan kepatuhan pada pemimpin adalah suatu perkara yang sah dan wajar.

Hadirnya seorang pemimpin melalui suatu proses, dengan potensi yang ia miliki seorang calon pemimpin mulai dikenal oleh masyarakat. Ujian pertama timbul pada calon pemimpin tersebut, masyarakat mulai mengadakan penilaian pada calon pemimpin ini. Apakah motivasi si calon pemimpin dalam menampilkan diri, apakah calon pemimpin ini memiliki kemampuan yang dipersyaratkan oleh masyarakat, yakni dapat menjamin terciptanya kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat luas, ataukah hanya untuk memenuhi ambisi pribadi atau golongan? Apakah calon pemimpin ini bersifat akomodatif terhadap aspirasi masyarakat, atau selalu memaksakan kehendaknya sendiri? Masih terdapat sederet pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat pada calon pemimpinnya. Apabila penilaian masyarakat sampai kepada suatu kesimpulan bahwa calon pemimpin ini bukan yang diharapkan, maka calon pemimpin ini telah gagal sejak awal.

Bila seorang calon pemimpin lulus pada ujian pertama, maka calon pemimpin ini memiliki kesempatan untuk melangkah lebih lanjut, yakni menjadi pemimpin yang disayang oleh masyarakat. Ujian kedua timbul setelah seorang pemimpin tampil dalam tampuk pimpinan. Kiprah seorang pemimpin akan dinilai oleh masyarakat berkaitan dengan kemampuan pemimpin dalam memecahkan persoalan yang dihadapi oleh masyarakatnya. Bagaimana cara seorang pemimpin dalam memecahkan masalah dilihat dari dua sisi yakni dari penguasaan terhadap substansi permasalahan dan tatacara untuk memecahkan persoalan dimaksud. Keluaran dari pemecahan permasalahan tidak hanya dilihat dari solusi yang dihasilkan tetapi bagaimana sampai pada solusi tersebut. Di sini nampak kualitas pemimpin yang sesungguhnya. Bila ia gagal maka akan menjadi bulan-bulanan masyarakat, tetapi bila sukses akan menjadi pemimpin yang disegani oleh masyarakatnya.

Ujian yang ketiga lahir setelah seorang pemimpin disanjung dan disegani oleh masyarakatnya. Apakah pemimpin ini menjadi lupa diri, sehingga mulai menyalah-gunakan kekuasaannya. Lord Acton sejak awal telah memperingatkan, bersikaplah arif dan bijaksana dalam bermain kekuasaan, karena kekuasaan itu memberikan peluang untuk bertindak korup. Power tends to corrupt, but absolute power corrupts absolutely. Bila hal ini terjadi maka seorang pemimpin berusaha untuk mempertahankan kepemimpinannya dengan segala cara dan upaya, bahkan dengan semboyan segala cara dihalalkan demi tercapainya tujuan. Situasi yang semacam ini melukiskan akan berakhirnya suatu era kepemimpinannya. Mulai timbul rasa takut pada masyarakat terhadap pemimpinnya yang bermuara lahirnya rasa benci dalam masyarakat. Inilah akhir dari seorang pemimpin. Hal ini dapat dihindari, apabila seorang pemimpin telah sampai pada tingkat disegani, harus lebih bersifat hati-hati, supaya tidak tergelincir pada situasi yang tidak diharapkan.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi pemimpin bangsa Indonesia masa depan. Syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut :

a. Memahami, meyakini serta mampu dan mau merealisasikan Pembukaan UUD 1945, yang di dalamnya terdapat dasar negara Pancasila dan tujuan yang ingin dicapai dengan berdirinya negara Indonesia. Maka seorang pemimpin bangsa Indonesia hendaknya:

1. Memahami konstelasi masyarakat Indonesia yang berbhinneka tunggal ika. Memahami tujuan yang hendak dicapai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yakni menciptakan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, serta mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi bangsa dengan memperhitungkan dan sesuai dengan konstelasi bangsa tersebut.

2. Mampu menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis, menegakkan hak asasi manusia, menjunjung tinggi supremasi hukum dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.

b. Memiliki kemampuan manajerial, sehingga memahami permasalahan yang dihadapi oleh bangsanya, mampu mengambil keputusan dengan tepat, serta mampu merealisasikan keputusan tersebut dengan taat asas. Sebagai akibat maka seorang pemimpin bangsa Indonesia hendaknya:

1. Memahami permasalahan yang dihadapi bangsa, mampu memilah-milah permasalahan yang mendasar, yang penting, yang urgen, sehingga mampu menentukan prioritas dalam penanganan.

2. Memahami tantangan yang dihadapi oleh bangsanya, baik tantangan internal maupun tantangan external, serta memahami potensi berupa segala sumber daya dan kelemahan yang dimiliki bangsa yang dapat dimanfaatkan untuk menghadapi tantangan tersebut.

3. Memiliki kemampuan untuk memberikan direction, coordination, control serta evaluation dalam menyelenggarakan pemerintahan, sehingga segala sumber daya dapat dikerahkan secara sinerjik dalam menjangkau cita-cita dan tujuan bangsa.

4. Memiliki konsep futuralistik, bagaimana membawa masyarakat menuju masyarakat yang adil dan makmur menjangkau masa depan, khususnya dalam menghadapi era globalisasi.

c. Memiliki sifat terpuji sehingga dapat menjadi contoh dan tauladan bagi masyarakat dan bangsanya. Sifat-sifat terpuji tersebut di antaranya:

1. Ucapan dan kata-katanya selalu mengandung kebenaran, sehingga dapat dipercaya dalam menyampaikan misi yang diembannya, cerdas serta taat asas dalam pemikiran, ucapan dan tindakan, yang dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

2. Ber-budi bawa laksana, yakni seorang pemimpin hendaknya jangan menjadi peminta-minta pada rakyatnya, justru seorang pemimpin harus selalu memberikan kesejahteraan, dan ketenteraman batin, sehingga menjadi pengayom dan pamong bagi rakyatnya. Segala ucapan dan kata-katanya dapat dipakai sebagai pegangan dalam bertindak sehingga tidak mencla-mencle, seperti ungkapan yang mengatakan : Esuk dele, sore tempe. Situasi demikian pasti akan membingungkan rakyatnya.

3. Sepi ing pamrih, rame ing gawe. Ungkapan ini bukan bermakna bahwa seorang pemimpin tidak boleh memiliki kepentingan dan ambisi. Tanpa kepentingan dan ambisi seorang pemimpin tidak akan memiliki gairah dalam perjuangannya. Yang dimaksud dengan ungkapan tersebut adalah bahwa seorang pemimpin hendaknya jangan mementingkan kepentingan pribadi atau kepentingan golongan. Ambisi seorang pemimpin nasional tiada lain adalah terciptanya kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat.

4. Memiliki kharisma yang kuat, berwibawa, dapat menjadi anutan rakyatnya, sehingga dapat bertindak sebagai national spiritual leader.

5. Seorang pemimpin bangsa hendaknya berbudi luhur dan kalis atau terbebas dari perbuatan tercela seperti KKN dan sebagainya.

Demikianlah harapan masyarakat untuk pemimpin bangsa masa depan, semoga “satria piningit” yang selalu menjadi dambaan masyarakat luas segera tampil, dan segera terjun dalam kancah kehidupan negara-bangsa dalam memimpin negara-bangsanya. Proses terbentuknya pemimpin nasional adalah melalui proses demokratis sesuai dengan kesepakatan bangsa.

~ . Pemimpin Yang Baik Menurut Agama

1. Berkuasa Tapi Tidak Sombong.

Zulkarnain adalah raja yang memiliki kekuasaan yang besar dengan tentaranya yang kuat sehingga ia bisa mengembara ke Timur dan ke Barat, namun dengan kekuasaannya itu ia tidak menyombongkan diri. Sayyid Quthb menyatakan bahwa Zulkarnain menuju kearah Barat hingga sampai ke satu titik di pantai Samudera Atlantik yang dinamai dengan Laut Gelap. Ia menganggap telah mencapai akhir daratan di titik itu dan melihat matahari tenggelam di situ, Allah Swt berfirman: Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu. Maka diapun menempuh suatu perjalanan. Hingga apabila telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam (QS 18:84-86).

Ketika ia mendapati segolongan umat yang telah pasrah kepadanya, ia justeru tidak berniat untuk menzalimi mereka dan mengambil keuntungan duniawi dari mereka, padahal Allah Swt memberikan pilihan kepadanya mau berbuat baik atau buruk. Namun ia justeru mengajak mereka kepada iman dan amal shaleh, Allah Swt berfirman: dan dia mendapati disitu segolongan umat. Kami berkata: Hai Zulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka. Berkata Zulkarnaian: adapun orang yang menganiaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tiada taranya. Adapun orang yang beriman dan beramal shaleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami.

Kemudian dia menempuh jalan (yang lain). Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah timur), dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu. Demikianlah, sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya (QS 18:86-91)

2. Melayani Rakyat

Pemimpin yang baik adalah pelayan bagi masyarakat yang dipimpinnya, karena Zulkarnain yang memiliki kekuasaan menunjukkan klasnya sebagai pemimpin yang sejati dengan melayani dan melindungi rakyatnya, bahkan tanpa meminta pembayaran sekalipun meskipun mereka mau membayarnya. Hal ini nampak ketika dalam pengembaraannya, Zulkarnaian mendapati suatu umat yang sangat terbelakang sehingga mereka hampir tidak mengerti pembicaraan, bahkan mereka sendiri dalam keadaan terancam dari Ya’juj dan Ma’juj yang suka melakukan kerusakan di muka bumi. Maka Zulkarnain melibatkan semua komponen masyarakat untuk membangun tembok yang sangat kuat yang terbuat dari besi dan tembaga yang dibangun diantara dua gunung dengan ketinggian mencapai puncak gunung sehingga tertutup bagi Ya’juj dan Ma’juj untuk memasuki wilayah penduduk itu sehingga keberadaan (eksistensi) mereka bisa dipertahankan.

Dengan keberhasilan itu, Zulkarnain tetap menyadari kelemahannya karena semua itu adalah karunia Allah Swt, Allah Swt menceritakan hal ini dalam firman-Nya: Kemudian dia menempuh jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia sampai diantara dua buah gunung, dia mendapati dihadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: Hai Zulkarnain: sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi. Maka dapatkah kami memberikan suatu pembayaran kepadamu, supaya membuat dinding antara kami dan mereka?

Zulkarnain berkata: Apa yang telah dikuasakan Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat) agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka. Berilah aku potongan-potongan besi. Hingga apabila besi telah sama rata dengan dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Zulkarnain: “Tiuplah (api itu)” hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu”. Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. Zulkarnain berkata: Ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah dating janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar (QS 18:84-98)

3. Menegakkan Keadilan, Memberantas Kezaliman

Kesediaan Zulkarnain membangun tembok yang kuat dari besi dan tembaga guna melindungi masyarakat dari ganguan Ya’juj dan Ma’juj menunjukkan bahwa ia adalah pemimpin yang sangat memberi perhatian kepada rakyat untuk memperoleh keadilan dan terbebas dari segala bentuk kezaliman. Oleh karena itu, para pemimpin dari level terendah hingga level tertinggi seharusnya berupaya untuk menegakkan keadilan dan memberantas kezaliman, bukan malah bersekongkol dengan orang-orang yang melakukan kezaliman.

Pemimpin yang menegakkan keadilan dan memberantas kezaliman akan dikenang sepanjang masa sebagai pemimpin yang baik, begitulah yang dialami oleh Umar bin Abdul Aziz, seorang khalifah yang memimpin tidak sampai tiga tahun dan tidak diabadikan di dalam Al-Qur’an, namun sejarah tidak melupakan jasanya dalam memimpin sehingga keadilan yang ditegakkan dan kezaliman yang diberantas membuat kesejahteraan dan kedamaian rakyatnya tercapai hingga pada masanya sulit untuk mencari mustahik (orang yang berhak menerima zakat).

4. Berorientasi Pada Kebaikan

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang selalu berorientasi pada kebaikan, kebaikan bagi rakyat yang dipimpinnya. Karena itu Zulkanain mengarahkan masyarakat yang didatanginya dalam pengembaraan untuk beriman dan beramal shaleh. Mereka dilibatkan dalam kerjasama yang baik ketika membangun tembok pertahanan sehingga keamanan yang menjadi pilar penting dalam membangun masyarakat bias terwujud.

Sekarang ini kita sangat mendambakan kehadiran pemimpin yang berorientasi pada kebaikan, kebaikan menurut Allah dan Rasul-Nya.

~ . Pandangan Pelajar Terhadap Pemimpin Yang Terpilih

Pelajar mempunyai peranan yang sangat penting dalam konstelasi sosial politik di Indonesia. Keberadaan mereka menjadi salah satu kekuatan yang dipertimbangkan oleh berbagai kelompok kepentingan, terutama pengambil kebijakan yakni negara.

Kondisi tersebut didukung oleh berbagai kelebihan yang dimiliki mahasiswa yaitu kelebihan dalam pemikiran ilmiah, semangat muda, sifat kritis, kematangan logika dan kebersihan dari noda orde masanya (Syukri, 2003). Lebih jauh, Syukri mengemukakan bahwa peran nyata mahasiswa dalam pembentukan nasionalisme Indonesia dapat dilihat dalam 5 gelombang (Syukri, 2003) yaitu :

1. Nasionalisme gelombang pertama yaitu kebangkitan nasionalisme Indonesia yang diawali dengan pendirian Budi Utomo pada tahun 1908, dengan dimotori oleh para mahasiswa kedokteran Stovia

2. Nasionalisme gelombang kedua yaitu gerakan Sumpah Pemuda sebagai wujud

kesadaran untuk menyatukan negara, bangsa dan bahasa ke dalam satu negara,

bangsa dan bahasa Indonesia tidak terlepas dari peran mahasiswa Indonesia seperti Soepomo, Hatta dan Sutan Syahrir.

3. Nasionalisme gelombang ketiga yaitu pada masa kemerdekaan 1945 tidak terlepas dari

peran mahasiswa yang mendesak para pemimpin untuk segera memproklamasikan Indonesia

4. Nasionalisme gelombang keempat yaitu lahirnya Orde Baru 1966 dimotori oleh

gerakan mahasiswa serta organisasi social lainnya

5. Nasionalisme gelombang kelima yaitu lahirnya Orde Reformasi 1998 tidak

terlepas dari gerakan mahasiswa yang menentang rezim orde baru.

Pada era reformasi di mana nasionalisme sedang memperoleh banyak tantangannya baik yang bersifat global maupun lokal, rasa nasionalisme di kalangan mahasiswa kembali mendapat perhatian masyarakat. Berbagai kalangan masyarakat menganggap bahwa ada kecenderungan menurunnya rasa nasionalisme di kalangan mahasiswa, khususnya aktivis mahasiswa. Penilaian ini muncul diakibatkan oleh sikap kritis aktivis mahasiswa terhadap berbagai kebijakan dan kinerja pemerintahan yang sering kali dianggap memperpanjang krisis multidimensi yang dialami Indonesia. Selain itu, terdapat beberapa perilaku aktivis mahasiswa yang dianggap melecehkan symbol nasionalisme baik yang bersifat verbal seperti slogan dan lagu kebangsaan maupun non verbal seperti bendera, pemimpin, dan lainlain. Beberapa contoh perilaku tersebut antara lain meliputi kegiatan pembakaran bendera merah putih, pembakaran gambar pemimpin nasional, pendudukan terhadap gedunggedung kenegaraan, perubahan syair lagu-lagu perjuangan menjadi lagu-lagu yang menyuarakan ketidakpuasan, kerawanan sosial, penderitaan dan kemarahan rakyat, serta slogan atau yel-yel yang menentang rezim berkuasa.

Anggapan mengenai rendahnya rasa nasionalisme di kalangan aktivis mahasiswa masih memerlukan pembuktian. Sikap kritis aktivis mahasiswa dapat dinilai sebaliknya yaitu menunjukkan tingginya kesadaran mahasiswa terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Demikian juga dengan pembakaran terhadap bendera merah putih tidak serta merta dapat diartikan sebagai pencerminan rendahnya rasa nasionalisme di kalangan aktivis mahasiswa.

Fenomena di atas menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara aktivis mahasiswa dan masyarakat mengenai konsep dan wujud nasionalisme. Tulisan ini dirangkum dari penelitian penulis mengenai persepsi aktivis mahasiswa atau pelajar tentang symbol nasionalisme yang secara garis besar berisi tentang bagaimana aktivis mahasiswa memberikan arti, makna dan wujud nasionalisme Indonesia. Penelitian dilakukan di Kota Bandung dengan anggapan bahwa Bandung merupakan salah satu barometer kekuatan politik dan kota pelajar di Indonesia.





Demikianlah, Sedikit yang dapat saya tuliskan tentang Pemimpin yang baik bagi masyarakat, Mungkin para pemimpin yang terpilih sekarang masih jauh dari kriteria tersebut. Namun saya berharap dengan sedikit bacaan ini kita lebih dapat memehami bagaimana arti seorang pemimpin bagi masyarakat dan bagaimana seharusnya seorang pemimpi memerintah dengan bijaksana.

TERIMAKASIH



Bad's
Baca Selengkapnya - Pemimpin Masyarakat

Instalasi Program Aplikasi NetOp

.

NetOp adalah Program Aplikasi Jaringan yang tak ada salahnya untuk dipelajari, karena program aplikasi NetOp dibutuhkan untuk jaringan LAN ( Local Area Network ) atau lebih cocok lagi untuk komputer jaringan di sekolah. Dalam Program Aplikasi NetOp, terdiri dari 2 User yaitu : Teacher dan Student.
Teacher dapat mengontrol atau meremot semua komputer Student, dan Student hanya dapat melakukan kegiatan biasa. Dan masih banyak ilmu yang lain yang dapat kita temukan dari Program Aplikasi NetOp ini.

Untuk mendapatkan Tutorialnya, Double klik aja gambar " Instalasi Program Aplikasi NetOp" dibawah ini. Untuk lebih jelas E-mail : hartomalau@gmail.com.

Terimakasih, Selamat mencoba ...


Baca Selengkapnya - Instalasi Program Aplikasi NetOp

Design Lab Komputer dan Jaringan

.


Desing Lab Komputer dan Jaringan
( Tugas Produktif Maret 2009. By : Kang Eful )

Design Lab Jaringan Komputer dan Jaringan merupakan salah satu pengetahuan yang harus dimiliki oleh Seorang Technisi Komputer. Dimana, Pengetahuan ini sangat membantu technisi dalam menentukan anggaran dana atau administrasi dalam pembuatan sebuah Lab komputer beserta Jaringannya atau istilah dalam Bisnis dan Masyarakat adalah membuat design " WARNET ". hahaha ....

Disini, Saya hanya memberikan Design dalam bentuk gambar. Dan apabila anda membutuhkan beserta contoh biaya dapat di-Download langsung di Artikel yang berada pada posisi " PENGETAHUAN ". Dan Apabila kurang lengkap dapat menghubungi saya di harto_bad.wolves@yahoo.co.id
( Fiendster, Hi5, Yahoo, dll )

Akhir kata saya ucapkan Terimakasih.
" Ikatlah Ilmu Dengan Menulis " Hatur Thank's ...

By : Bad's

Baca Selengkapnya - Design Lab Komputer dan Jaringan